Rakyat Indonesia Semakin Memburuk Selama Pandemi Virus Corona

Rakyat Indonesia Semakin Memburuk Selama Pandemi Virus Corona

SEMAKIN MEMBURUK SELAMA VIRUS CORONA

BERITA VIRUS CORONA – Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mengeluarkan hasil survei terkait pandemi virus Corona atau Covid-19. Dalam temuannya, SMRC menyebut 92% rakyat menganggap Covid-19 mengancam nyawa manusia.

Namun menurut hasil survei tersebut terdapat perbedaan kekhawatiran antardaerah.

“Terdapat dua provinsi yang persentase warganya yang menganggap Covid-19 mengancam nyawa sangat tinggi, Sulawesi Selatan (99%) dan DKI Jakarta (98%). Sementara, di Jawa Barat hanya 77% warga yang menganggap Covid-19 mengancam nyawa,” demikian hasil survei seperti dikutip, Jumat (17/4/2020).

Survei tersebut juga menemukan mayoritas rakyat Indonesia 77% menyatakan Covid 19 telah mengancam pemasukan atau penghasilan. Disebutkan pula sekitar 25% warga (atau 50 juta warga dewasa) menyatakan sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan pokok tanpa pinjaman.

BERITA TERBARU  :

Sementara itu, ada 15% warga menyatakan tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk beberapa minggu. Sedangkan yang menyatakan tabungan yang dimiliki hanya cukup untuk satu minggu, ada 15% warga.

Survei ini dilakukan SMRC pada 9 hingga 12 April 2020 terhadap 1.200 responden. Mereka diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak, dengan margin of error 2,9 %.

Dari hasil tersebut juga menunjukkan bahwa 67% rakyat Indonesia menyatakan kondisi ekonominya semakin memburuk sejak pandemi Corona. Sementara, yang menyatakan tidak ada perubahan sebanyak 24% dan yang menyatakan lebih baik hanya 5%.

“Kalangan yang paling terkena dampak ini adalah mereka yang yang bekerja di sektor informal, kerah biru, dan kelompok yang mengandalkan pendapatan harian,” menurut hasil survei SMRC.

Dari hasil survei tersebut juga dijelaskan, 52% warga menganggap pemerintah pusat cepat menangani wabah Corona, sementara 41% menganggapnya lambat. Demikian pula dengan soal kecepatan pemerintah provinsi.

Terkait diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membatasi kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencegah penularan Covid 19, mayoritas rakyat (87,6%) setuju dengan penerapan tersebut.

“Namun demikian, hanya 39% rakyat yang setuju bahwa seharusnya dikenakan denda atau penjara bagi mereka yang melanggar PSBB, sementara 31,2% menyatakan tidak setuju,” kata Survei.

HASIL SURVEI PANDEMI VIRUS CORONA

Survei SMRC juga dilakukan terkait pengurangan jumlah penumpang dalam kendaraan roda empat selama pemerintah menangani pandemi Corona di Indonesia.

Hasilnya, pengurangan penumpang mobil pribadi banyak mendapatkan dukungan yaitu sebesar 86%. Sedangkan yang mendapat persetujuan warga paling rendah adalah aturan bahwa sepeda motor tidak boleh membonceng 63% dan ojek online tidak boleh membawa penumpang orang sebanyak 66%.

Artinya, ada 34 sampai 37% yang keberatan dengan aturan bahwa motor tidak boleh membonceng.

Terkait kegiatan keagamaan yang dilakukan di rumah saja, 21% warga menyatakan tidak setuju. Sementara, 76% warga setuju dengan kewajiban bekerja dari rumah saja.

SMRC juga melakukan survei terkait persoalan mudik di tengah pandemi Covid-19 yang hingga kini terus menjadi topik hangat.

Hasil survei menyatakan, sebanyak 31% warga DKI tetap ingin pulang kampung (mudik) saat Lebaran nanti.

“Mereka yang ingin mudik ini termasuk juga kalangan yang berpendidikan tinggi dan berpenghasilan tinggi. Secara nasional, persentase warga yang ini mudik mencapai 11% atau setara dengan 20 juta warga dewasa,” kata Survei.

Melihat hasil survei tersebut, SMRC mengajukan beberapa rekomendasi. Mengingat yang paling terdampak secara ekonomi adalah kelompok warga yang berpendapatan rendah, khususnya pekerja harian, maka kewajiban social distancing dan PSBB akan cenderung dilanggar oleh banyak warga yang rentan secara ekonomi.

“Karena itu mensubsidi mereka menjadi mendesak agar penyebaran virus bisa ditekan,” kata SMRC.

“Mengingat masih tingginya minat para perantau untuk mudik, nampaknya masih diperlukan edukasi dan penataan yang lebih tegas terhadap kegiatan mudik terutama dari Jakarta,” SMRC menambahkan.

Sumber ini kami ambila dari Liputan6.com

DAMQQ adalah Bandar Online terbaik dan terpercaya di Indonesia. Kami memiliki berbagai produk permainan yang bisa anda mainkan dengan cukup sekali Mendaftar.

Melayani transaksi 24 jam sehari selalu online, menggunakan rekening BCA – Mandiri – BNI – BRI – Danamon – Dompet OVO – Dompet Doku – Pulsa.

 

One thought on “Rakyat Indonesia Semakin Memburuk Selama Pandemi Virus Corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *