AKD NASIONAL

KPK Panggil Tersangka Korporasi Nindya Karya

KPK PANGGIL TERSANGKA KORPORASI NINDYA KARYA

APAKATADUNIA.ME, PT Nindya Karya adalah perusahaan BUMN konstruksi yang menjalankan usaha dibidang Jasa Konstruksi, Engineering Procurement Construction (EPC) dan Investasi. PT Nindya Karya (Persero) pada awalnya merupakan sebuah perusahaan hasil nasionalisasi dari Belanda bernama N.V. Nederlands Aannemings Maastchappy (NEDAM) v/h Fa.H. Boersma yang berdiri di tahun 1877. Seiring dengan Pembebasan Irian Barat dan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1958, semua perusahaan Belanda yang masih tersisa di wilayah Indonesia dinasionalisasi menjadi perusahaan milik negara. Nasionalisasi NEDAM menjadi perusahaan Indonesia dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 59 tahun 1961, yang kemudian berganti nama menjadi Perusahaan Negara (PN) N Karya.

KPK memanggil PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Sabang. PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati merupakan tersangka korporasi dalam kasus ini.

BACA JUGA : Prabowo Subianto Temui Florence Parly Menhan Prancis

PT Nindya Karya dan PT Tuah Sejati dipanggil sebagai tersangka, kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Rabu (15/1/2020).
Selain itu, KPK juga memanggil seorang saksi dalam kasus ini. Saksi tersebut atas nama Sukirno yang disebut sebagai pihak swasta.

KORPORASI PT NINDYA KARYA

Dalam kasus ini, PT N Karya dan PT Tuah Sejati dijerat KPK sebagai tersangka korporasi terkait kasus korupsi pembangunan dermaga bongkar pada kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Sabang 2006-2011. Kedua korporasi itu diduga diperkaya dalam proyek tersebut dan diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 313 miliar.

Diduga terjadi kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar, ucap Laode M Syarif saat masih menjabat sebagai Wakil Ketua KPK Jumat 13 April 2018.

Penyimpangan yang diduga dilakukan, yaitu penunjukan langsung Nindya Sejati Join Operation sebagai pelaksana pembangunan, rekayasa penyusunan HPS (harga perkiraan sendiri) dan penggelembungan harga, serta adanya kesalahan prosedur.

Diduga yang diterima PT N K dan PT T S sebesar Rp 94,58 miliar. Rinciannya, PT Nindya Karya sebesar Rp 44,68 miliar dan PT Tuah Sejati sebesar Rp 49,9 miliar.

Sumber ini kami ambila dari Detik.com yang diterbitkan pada hari Rabu (15/1/2020)

DamQQ adalah Bandar Online terbaik dan terpercaya di Indonesia. Kami memiliki berbagai produk permainan yang bisa anda mainkan dengan cukup sekali Mendaftar.

Melayani transaksi 24 jam sehari selalu online, menggunakan rekening BCA – Mandiri – BNI – BRI – Danamon – Dompet OVO – Dompet Doku – Pulsa.

 

2 thoughts on “KPK Panggil Tersangka Korporasi Nindya Karya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *